Sabtu, 11 Oktober 2014

PUSAT KOPERASI INDUSTRI SUSU (PKIS) SEKAR TANJUNG



Di Indonesia banyak sekali koperasi-koperasi yang menjadi primadona bagi masyarakat, salah satunya adalah Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung. Saya akan menganalisa koperasi PKIS Sekar Tanjung. Koperasi Sekar Tanjung ini merupakan salah satu industri pengolahan susu yang menghasilkan produk susu UHT kemasan. Koperasi ini diresmikan dan mulai beroperasi pada tanggal 18 April 2005. Alamat koperasi terletak di jalan Raya Puntir, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jumlah karyawan koperasi Sekar Tnjung ini sebanyak ± 650 orang. Koperasi Sekar Tanjung ini memiliki izin perusahaan no. 517/284/424.061/2003.

Susu yang dihasilkan oleh para anggota koperasi perternakan dijual ke PT.Nestle Indonesia yang teerletak di kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, PT. Sari Husada di jawa tengah dan sebagian kecil dijual langsung ke konsumen. Dan koperasi tersebut menghaslikan susu kualitas 1karena ditangani secara hiegienis. Dalam rangka mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas serta meningkatkan taraf perekonomian anggota, koperasi-koperasi tersebut terus-menerus mengembangkan budidaya sapi perah. Untuk menampung hasil produksi susu maka koperasi-koperasi tersebut mendirikan pabrik yang diberi nama PKIS Sekar Tanjung.

Di Kabupaten Pasuruan ada 5 koperasi yang bergerak dalam penngembangan sapi perah yaitu KPSPN Setia Kawan, KUTT Suka Makmur, KUD Sembada dan Koperasi Sehat Sempurna. Usaha pengmbangan sapi perah yang dikelola oleh para anggota koperasi telah mampu memperkuat struktur perkonomian kabupaten pasuruan.

1.    Konsep Koperasi

Konsep koperasi itu terdiri dari 3 konsep yaitu, konsep koperasi barat, konsep koperasi sosialis, dan konsep koperasi negara berkembang. Berikut ini adalah penjelasan tentang konsep- konsep tersebut:

a.     Konsep koperasi barat
Konsep Koperasi ini merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan dan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

b.     Konsep koperasi sosialis
Konsep koperasi ini direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan sosial.
Menurut konsep ini koperasi tidak bekerja sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis .

c.      Konsep koperasi Negara berkembang
Konsep koperasi ini mempunyai cirri-ciri yaiyu, dominasi dari pemerintah yang trlalu campur tangan dalam hal pembinaan dan pengembangannya.

Dari koperasi yang saya analisis yaitu Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung masuk ke dalam konsep koperasi barat karena Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung di bentuk secara suka rela oleh orang-orang  yang mempunyai kepentingan bersama dalam menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

2.    Aliran Koperasi

Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam aliran koperasi. Paul Hurbert membaginya menjadi 3 aliran yaitu:

a.     Aliran Yardstick
Didalam aliran ini pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Cirri-ciri Aliran Yardstick yaitu :
-         Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal
-         Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
-         Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.
-         Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri

b.     Aliran Sosialis
Berbanding terbalik dengan Aliran Yardstick, di Alirann Sosialis ini pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Ciri-ciri Aliran Sosialis :
-         Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi
-         Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia

c.      Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Di aliran persemakmuran ini, koperasi bersifat kemitraan dengan pemerintah.
Ciri-ciri Aliran Persemakmuran :
-         Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat
-         Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
-         Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik
Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung ini menganut aliran  persemakmuran (commonwealth) karna koperasi tersebut berkerjasama dengan 5 koperasi daerah pasuruan lainnya dan pemerintah ikut andil dalam mengelola koperasi untuk memperkuat struktur perekonomian kabupaten pasuruan.

3.    Sejarah

Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung,  yang berada di jln. Puntir, Desa Martopuro, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. PKIS Sekar Tanjung ini beroperasi mulai 2005, yang dipimpin oleh Wempy Harianto Selaku Manajer Sumberdaya Manusia PKIS Sekar Tanjung. Pembentukan Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi Unit Desa. Selain itu PKIS memang secara resmi didorong perkebangannya oleh pemerintah.

Susu yang dihasilkan oleh para anggota koperasi perternakan dijual ke PT.Nestle Indonesia yang teerletak di kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, PT. Sari Husada di jawa tengah dan sebagian kecil dijual langsung ke konsumen. Dan koperasi tersebut menghaslikan susu kualitas 1karena ditangani secara hiegienis. Dalam rangka mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas serta meningkatkan taraf perekonomian anggota, koperasi-koperasi tersebut terus-menerus mengembangkan budidaya sapi perah. Untuk menampung hasil produksi susu maka koperasi-koperasi tersebut mendirikan pabrik yang diberi nama PKIS Sekar Tanjung.

Koperasi Sekar Tanjung ini berdiri di atas lahan seluas 2,75 hektare. Kapasitas produksi nya sekitar 1200 ton/bulan. Merek produk yang dihasilkan oleh Sekar tanjung antara lain :
- Susu Starkit (rasa Plain, Stroberi, Coklat),
- Sekar (rasa Plain, Stroberi, Coklat) dan
- Idola (rasa Plain, Stroberi, Coklat).

Daerah pemasaran meliputi Surabaya, Malang dan Kediri. Selain itu juga memproduksi Milk & Me (rasa Plain, Stroberi, Coklat) untuk Eastraits Pte. Ltd. dan Juara (rasa Plain, Stroberi, Coklat, Vanila, Moccacino, Melon) untuk PT. Lintang Visi Kusuma.

Didirikannya sekar tanjung karena adanya pemikiran yang sama antara pengurus-pengurus koperasi primer,  untuk mamajukan koperasi dan tidak ada monopoli untuk penjualan fresh milk, karena sebelum didirikannya ‘Sekar Tanjung’ penjualan fresh milk dari koperasi-koperasi lain hanya pada satu perusahaan, yang bisa merugikan pihak-pihak koperasi lain karena tidak ada tempat lagi yang bisa menampung susu mereka, sehingga muncul ide mendirikan ‘Sekar Tanjung’. Sekar tanjung didirikan agar bisa menampung fresh milk dari koperasi-koperasi tersebut. dan ‘Sekar Tanjung’ mengolah fresh milk tadi menjadi susu siap saji yaitu susu UHT.

4.    Tujuan

Tujuan dari Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung ialah :
a)     Menjamin pelaksanaan kebijakan menyangkut kehalalan produk yang dihasilkan industri, yang dicanangkan industri secara konsisten dengan mengacu pada aturan yang telah ditetapkan oleh LPPOM-MUI
b)    Mampu berperan sebagai bentuk kepedulian industri terhadap kepentingan konsumen terutama konsumen muslim dalam mengkonsumsi hanya makanan/minuman halal
c)     Sebagai salah satu bentuk pelayanan dari PKIS Sekar Tanjung kepada konsumen perusahaan mitra menyangkut jaminan kehalalan produk yang dihasilkan. Hal ini berkaitan dengan kebijakan management yang menerapkan sistem tailor made selain memproduksi produknya sendiri
d)    Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah sekitar pasuruan.

5.    Prinsip

Prinsip yang yang digunakan oleh PKIS Sekar Tanjung ialah Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No.25 tahun 1992 karena:

a)     Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
b)    Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
c)     Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa masing-masing
d)    Pemberian batas jasa yang terbatas terhadap modal
e)     Kemandirian 
f)      Pendidikan perkoperasian
g)     Kerja sama antar koperasi

6.     Organisasi

Organisasi koperasi PKIS Sekar Tanjung berkerjasama dengan 5 koperasi yang bergerak dalam pengembangan sapi perah yaitu :
1.    KPSP Setia Kawan,
2.    KUTT Suka Makmur,
3.     KUD Dadi Jaya,
4.    KUD Sembadaya,
5.    Koperasi Sehat Sempurna
Kelima organisasi tersebut membantu memasok susu segar sapi perah ke PT. Nestle sebanyak 100 ton perhari. Karena PT. Nestle masih kekurangan susu segar sapi perah.
Beberapa makloon yang berproduksi di PKIS Sekar Tanjung yaitu :
a)     PT. Danone Dairy Indonesia memproduksi susu Milkuat Freezy kemasan pouch (rasa Coklat), Milkuat kemasan 125 ml (rasa Chocolicious, Strawberry Fantasy, Vanilla Dream).
b)    PT. Indolakto memproduksi susu Indomilk Kids (rasa Coklat).
c)     PT. Garuda Food Putra Putri Jaya Indonesia memproduksi susu Clevo (rasa Stroberi, Cokelat, Cokelat Putih, Stroberi Splash dan Orange Punch).
d)    PT. Kalbe Farma memproduksi susu Cerebrofort Enerkids rasa Malt (Original dan Coklat).

7.    Hirarki

Tugas/kewajiban :
a)     Menyelenggarakan rapat anggota dan pengurus
b)    Melaksanakan semua keputusan rapat anggota

Hak/wewenang:
a)     Anggota pengurus berhak mendapatkan SHU sesuai anggaran dasar
b)    Memperoleh fasilitas guna melancarkan tugasnya sesuai fasilitasnya
c)     Menerima gaji sesuai dengan kesepakatan bersama ketika rapat anggota koperasi

SUMBER :
http://sjhsekartanjung.webs.com/aboutus.htm

Selasa, 01 Juli 2014

PEREKONOMIAN INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN SBY

Menurut informasi yang penulis dapatkan saat mencari kebijakan pemerintah era SBY. Penulis mendapatkan suatu informasi tentang terjadinya kenaikan perekonomian Indonesia yang cukup signifikan disbandingkan pada masa-masa pemerintahan sebelumnya. Hal ini terjadi karena pada, pada saat Negara-negara lain mengalami perubahan ekonomi, Indonesia bisa mengatasinya dengan lebih baik. Namun turunnya bursa saham dan melemahnya mata uang rupiah menunjukan bahwa Indonesia memang tidak bisa menghindar sepenuhnya dari krisis keuangan dunia.

Pemerintahan Indonesia Bersatu Jilid I (Era SBY- JK) = (2004-2009)

Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.

Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salah satunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.

Selain itu, pada periode ini pemerintah melaksanakan beberapa program baru yang dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat kecil diantaranya PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Pada prakteknya, program-program ini berjalan sesuai dengan yang ditargetkan meskipun masih banyak kekurangan disana-sini.

Pada pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006.

Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri masih kurang kondusif. Namun, selama masa pemerintahan SBY, perekonomian Indonesia memang berada pada masa keemasannya. Indikator yang cukup menyita perhatian adalah inflasi.

Sejak tahun 2005-2009, inflasi berhasil ditekan pada single digit. Dari 17,11% pada tahun 2005 menjadi 6,96% pada tahun 2009. Tagline strategi pembangunan ekonomi SBY yang berbunyi pro-poor, pro-job, dan pro growth (dan kemudian ditambahkan dengan pro environment) benar-benar diwujudkan dengan turunnya angka kemiskinan dari 36,1 juta pada tahun 2005, menjadi 31,02 juta orang pada 2010. Artinya, hampir sebanyak 6 juta orang telah lepas dari jerat kemiskinan dalam kurun waktu 5 tahun. Ini tentu hanya imbas dari strategi SBY yang pro growth yang mendorong pertumbuhan PDB.

Imbas dari pertumbuhan PDB yang berkelanjutan adalah peningkatan konsumsi masyarakat yang memberikan efek pada peningkatan kapasitas produksi di sector riil yang tentu saja banyak membuka lapangan kerja baru. Memasuki tahun ke dua masa jabatannya, SBY hadir dengan terobosan pembangunannya berupa master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3 EI). Melalui langkah MP3EI, percepatan pembangunan ekonomi akan dapat menempatkan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2025 dengan pendapatan perkapita antara UsS 14.250-USS 15.500, dengan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USS 4,0-4,5 triliun.


Pemerintahan Indonesia Bersatu Jilid II (Era SBY–BOEDIONO)=(2009-2014)

Pada periode ini, pemerintah khususnya melalui Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional negara yaitu :

1.      BI rate
2.      Nilai tukar
3.      Operasi moneter
4.      Kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas dan makroprudensial lalu lintas modal.

Dengan kebijakan-kebijakan ekonomi diatas, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara yang akan berpengaruh pula pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hampir tujuh tahun sudah ekonomi Indonesia di tangan kepemimpinan Presiden SBY dan selama itu pula perekonomian Indonesia boleh dibilang tengah berada pada masa keemasannya. Beberapa pengamat ekonomi bahkan berpendapat kekuatan ekonomi Indonesia sekarang pantas disejajarkan dengan 4 raksasa kekuatan baru perekonomian dunia yang terkenal dengan nama BIRC (Brazil, Rusia, India, dan China). Krisis global yang terjadi pada tahun 2008 semakin membuktikan ketangguhan perekonomian Indonesia. Di saat negara-negara superpower seperti Amerika Serikat dan Jepang berjatuhan, Indonesia justru mampu mencetak pertumbuhan yang positif sebesar 4,5% pada tahun 2009.

Gemilangnya fondasi perekonomian Indonesia direspon dunia internasional dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pilihan tempat berinvestasi. Dua efeknya yang sangat terasa adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah dengan berhasil menembus angka 3.800. Bahkan banyak pengamat yang meramalkan sampai akhir tahun ini IHSG akan mampu menembus level 4000. Indonesia saat ini menjadi ekonomi nomor 17 terbesar di dunia. “Tujuan kami adalah untuk menduduki 10 besar. Kami sangat optimistis karena IMF pun memprediksi ekonomi Indonesia akan mengalahkan Australia dalam waktu kurang dari satu dekade ke depan,” tutur SBY dalam sebuah acara.

Sumber

Sabtu, 29 Maret 2014

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

A.    SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
B.    MACAM – MACAM SISTEM PEREKONOMIAN
1.      SISTEM EKONOMIAN PASAR (Liberalis atau Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal yaitu sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Ciri-ciri sistem perekonoian pasar (leberalisme/kapitalis) : A. Setiap individu bebas memilih pekerjaan, B. setiap individu bebas memiliki alat alat produksi, C. setiap individu bebas mengadakan persaingan
Kelebihan :
·         Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
·         Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
·         Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
·         Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
·         Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

Kekurangan :
·         Tidak ada kekuatan yang dapat melindungi hak kepemilikan .
·         Orang yang tidak mempunyai sumber daya yang dijual akan menderita dan kelaparan.
·         Orang yang tidak mempunyai sumber daya yang dijual akan menderita dan kelaparan.

2.       Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi dimana ekonomi diatur  negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya. Ciri-ciri : A. Hak milik individu tidak diakui. B. Seluruh sumber daya dikuasai negara. C. Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara. D. Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
Kelebihan :
·         Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
·         Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
·         Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
·         Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.

Kekurangan :
·         Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
·         Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
·         Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

3.      Perekonomian Pasar Campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain.Contoh dunia yang menggunakan sistem ekonomi campuran : Negara-negara berkembang (Indonesia, Amerika Latin, Afrika). Cirri-ciri : A. Harga tidak semata-semata ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi pemerintah juga ikut campur dalammenentukan kebijakan. B. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan. C. Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah.

Kelebihan ;
·         Kestabilan ekonomi terjamin
·         Pemerintah memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil.
·         Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu
Kekurangan ;
·         Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta

C.       PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Sistem ekonomi di Indonesia adalah sistem ekonomi campuran. Khusus di Indonesia, mekanisme yang mengatur arah dan jalannya roda perekonomian tercantum dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi: “Perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Kata disusun menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia diatur secara sengaja, sehingga mekanisme yang dipilih jelas merupakan mekanisme terpusat. Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur  pelayaran  niaga antar benua.
Sebelum merdeka Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode. Ada empat Negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu; Portugis, Berlanda, Inggris dan Jepang. Tetapi Portugis tidak meninggalkan  jejak  yang  mendalam  karena sudah diusir oleh Belanda.  Belanda yang kemudian berkuasa.,
Belanda yang saat itu menganut paham Merkantilis benar-benar menancapkan kukunya di Hindia Belanda. Belanda melimpahkan wewenang untuk mengatur Hindia Belanda kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris). Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi : 
·         Hak mencetak uang
·         Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai 
·         Hak menyatakan perang dan damai 
·         Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri 
·         Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Namun pada tahun 1795 VOC  bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC.


1.      Sistem perekonomian Indonesia
Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang:
1.      Sistem ekonomi demokrasi
Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. 
2.      Sistem ekonomi kerakyatan

Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan MPR RI  Nomor IV/MPR/1999. Menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,  Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.


Sumber :
citizenship education